Pendidikan Agama Islam dan Penanggulangan Kenakalan Siswa (Studi Kasus MTs Nurul Ilmi Sabak Barat)

  • Sayida Khoiratun Nisak STIE Syariah Al-Mujaddid
Kata Kunci: Pendidikan, Kenakalan, Reinternalisasi, Keteladanan.

Abstrak

Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang jenis kenakalan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menanggulanginya melalui internalisasi Pendidikan Agama Islam. Dari data yang diperoleh, penulis memberikan kesimpulan bahwasannya keadaan nyata kenakalan siswa MTs Nurul Ilmi  masih tergolong biasa dan tidak berbahaya seperti membolos, terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR, membuat gaduh dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua (broken home), pengaruh teman sepermainan dan dari diri mereka sendiri karena malas dan takut dengan guru. Sebagai upaya usaha pihak sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa dengan tiga cara yaitu secara preventif, represif dan kuratif. Preventif yang dianggap cukup berhasil adalah mengadakan pendekatan dengan orang tua atau wali siswa. Sedangkan cara represif yang cukup berhasil adalah dengan pemberian hukuman yang mendidik. Cara kuratif yang dianggap cukup berhasil adalah tradisi silaturrahim ke rumah siswa dengan diiringi kegiatan kegamaan dan penanaman nilai-nilai keteladanan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Abrasyi, M.Athiyah. (1993). Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Arifin, H.M. (1987). Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Golden Terayon

Basri, Hasan. (1996). Remaja Berkualitas,Problematika Remaja dan Solusinya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Darajat, Zakiah. (1990). Kesehatan Mental. Jakarta: Haji Masagung.

Darajat, Zakiah. (1994). Siswa; Harapan dan Tantangan. Jakarta : Ruhama.

Departemen Agama RI. (2000). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Diponegoro.

Ghony, M. Djunaidi. (2006). Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan. Jurnal El-Hikmah, Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Vol.3(2).

Hafidhuddin, Didin. (2002). Membentuk Pribadi Qur’ani. Bandung : Harakah.

Majid, Abdul dan Andayani, Dian. (2004). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosda Karya.

Muhammad, (2003). Re-Formulasi Rancangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Nur Insani.

Poerwadarwminta. (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (1999). Psikologi Siswa. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Simanjutak, B. (1977). Pengantar Kriminologi dan Sosiologi. Bandung: Tarsito.

Soma, Safari. (1995). Menanggulangi Remaja Kriminal, Islam Sebagai Alternatif. Bogor : Bintang Tsurayya.

Sunarto. (1999). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutikno. (2013). Pola Pendidikan Islam dalam Surat Luqman Ayat 12-19. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol.1(2)

Syirazi, Nashir Makarim. (1999). Gejolak Kaum Muda. Jakarta: Lentera.

Walgito, Bimo. (1982). Kenakalan Remaja. Bandung: Karya Nusantara.

Wijaya, Saifudin Sastra. (1975). Beberapa Permasalahan Tentang Remaja. Bandung: Karya Nusantara.

Willis, Sofyan S. (2005). Siswa dan Masalahnya. Bandung : Alfabeta.

Yunus, Mahmud. (1983). Metodik Khusus Pendidikan Agama. Jakarta: Hidarkarya Agung.

Zuhairini. (1995). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Diterbitkan
2021-04-15
Bagian
Articles