Pendidikan Islam Indonesia: Transformasi Lembaga dan Kurikulum
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi historis pendidikan Islam di Indonesia, dengan fokus khusus pada evolusi lembaga dan kurikulum dari masa kolonial Belanda hingga era Reformasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah, studi ini menelusuri bagaimana kebijakan politik, tekanan sosial, dan dinamika keagamaan membentuk wajah pendidikan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak statis; ia mengalami proses adaptasi, formalisasi, dan integrasi yang kompleks. Pada era kolonial, sistem pesantren yang otonom mulai berinteraksi dengan model pendidikan Barat. Pasca-kemerdekaan, upaya integrasi melalui kebijakan seperti madrasah dan UU No. 2/1989 berusaha menyelaraskan dikotomi antara ilmu agama dan umum. Puncaknya pada era Reformasi, dengan otonomi daerah dan UU No. 20/2003, pendidikan Islam mencapai posisi setara dalam sistem pendidikan nasional, meski tantangan seperti kualitas guru, standarisasi, dan radikalisme tetap menjadi pekerjaan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan Islam merupakan cerminan dari perjuangan identitas dan modernisasi umat Islam Indonesia.
References
Arifin, M. Z. (2018). Tradisionalisme Sistem Pendidikan Pesantren Salafiyyah Di Era Modernisasi (Studi Kasus Di Pondok Pesantren AssyaRoniyyah Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur).
Azra, A. (1999). The Transmission of al-Manar’s Reformism to the Malay-Indonesian World: The Cases of al-Imam and al-Munir. Studia Islamika, 6(3).
Azra, A. (2014). Reforms in Islamic education: A global perspective seen from the Indonesian case. Reforms in Islamic Education: International Perspectives, 59.
DP, U. (2022). Pendidikan Islam dalam Perspektif Metode Penelitian Sejarah. Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan Dan Kemasyarakatan, 13(1), 51–74.
Fia, O. A., Musthofa, M. A., & Devi, E. K. (2024). Analisis Pembiayaan Modal Kerja Terhadap Pertumbuhan Usaha Nasabah PT. Fifgroup Muara Sabak: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(2), 100–105.
Hanipudin, S. (2019). Pendidikan Islam di Indonesia dari masa ke masa. Matan: Journal of Islam and Muslim Society, 1(1), 39–53.
Khalid, H. (2015). The role of institutions in driving economic change: Comparing the thoughts of Ibn Khaldūn and Douglass C. North. Intellectual Discourse, 23(2).
Kuswanto, K., Abidin, Z., Pestano, R. D., & Ikhlas, M. (2024). Critical Thinking, Literacy, and Numeracy as Factors in STEM: Madrasah Student Learning. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 19(1), 99–114.
Kuswanto, K., Fajanela, J. V., & Abidin, Z. (2024). Learning Technology Increases the Perception of Online Learning. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 88–98.
Mariana, D., Paskalina, C., & Yuningsih, N. (2007). Perbandingan Pemerintahan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Maunah, B. (2016). Pendidikan dalam perspektif struktural fungsional. Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 10(2), 159–178.
Musthofa, M. A. (2025). Madrasah Teacher Management in Enhancing Students’ Understanding of Religious Moderation. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 782–798.
Selvia, N. L. (2024). Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Islam pada Era Reformasi: Di Sekolah Umum, Madrasah, Pondok Pesantren dan Majlis Taklim. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 792–808.
Sultoni, A., & Utomo, H. W. (2021). Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Cerpen Kupata dan Meneer Chastelein Karya Rosyid H. Dimas: Kajian Poskolonial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 112–118.
Zamhari, A. (2010). Rituals of Islamic spirituality: A study of Majlis Dhikr groups in East Java. ANU Press.

.png)
.png)


