Membangun Sekolah Dasar yang Inklusif dan Ramah Anak: Strategi dan Implementasi
Abstract
Pendidikan dasar memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan sosial anak. Sekolah dasar yang inklusif dan ramah anak bukan hanya menyediakan akses pendidikan yang setara bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan fisik, emosional, dan sosial mereka. Konsep sekolah inklusif menekankan penerimaan keberagaman serta adaptasi kurikulum, metode, dan fasilitas agar dapat diakses semua siswa. Sementara itu, sekolah ramah anak fokus pada pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan, serta pemberian ruang partisipasi aktif dalam proses belajar. Artikel ini membahas secara komprehensif strategi pembangunan sekolah dasar inklusif dan ramah anak, mulai dari kebijakan, pelatihan guru, pengembangan kurikulum, hingga partisipasi orang tua dan komunitas. Selain itu, artikel ini menyoroti tantangan implementasi serta solusi praktis yang relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia.
References
Arifin, F., Supena, A., & Yufiarti, Y. (2023). Praktik Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar. Jurnal Educatio Fkip Unma, 9(1), 198–208.
Falera, A. (2024). Preferensi pendidik atas konsep sekolah ramah anak di paud inklusi. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 721–730.
Nadhiroh, U., & Ahmadi, A. (2024). Pendidikan inklusif: Membangun lingkungan pembelajaran yang mendukung kesetaraan dan kearifan budaya. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 8(1), 11–22.
Nurusshobah, S. F. (2019). Konvensi hak anak dan implementasinya di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebijakan Dan Pelayanan Pekerjaan Sosial, 1(2).
Payong, M. R. (2020). Zona perkembangan proksimal dan pendidikan berbasis konstruktivisme sosial menurut Lev Semyonovich Vygotsky. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 12(2), 164–178.
Pramana, M. E. A., & Trihantoyo, S. (2021). Pembentukan Karakter Siswa Melalui Budaya Sekolah Di Jenjang Sekolah Dasar. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 764–774.
Ramadhona, R., Idi, A., Karoma, K., & Afryansyah, A. (2024). Optimalisasi Kontak Sosial Edukatif: Mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 1500–1506.
Rusilowati, A., & Isdaryanti, B. (2024). Pendidikan Ramah Anak sebagai Sarana Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(4 Nopember), 5359–5372.
Salsabila, U. H. (2018). Teori ekologi Bronfenbrenner sebagai sebuah pendekatan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Al-Manar: Jurnal Komunikasi Dan Pendidikan Islam, 7(1), 139–158.
Wahyuni, D., Sari, M., & Hurriyah, H. (2020). Efektifitas E-Modul Berbasis Problem Solving Terhadap Keterampilan Berfikir Kritis Perserta Didik. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(2), 180–189.
Zakiyah, S., Hasibuan, N. H., Yasifa, A., Siregar, S. P., & Ningsih, O. W. (2024). Perkembangan anak pada masa sekolah dasar. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(1), 71–79.

.png)
.png)


