Peran Kerja Sama Orang Tua dan Sekolah dalam Mengatasi Fenomena Cyberbullying di Kalangan Remaja
Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga memicu munculnya perilaku menyimpang di dunia maya, salah satunya adalah cyberbullying. Fenomena ini marak terjadi di kalangan remaja dan berdampak buruk pada kesehatan mental, fokus belajar, hingga kesejahteraan psikologis mereka. Penanganan masalah ini tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi yang kuat antara lingkungan rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah, serta efektivitas kolaborasi tersebut dalam mencegah dan mengatasi fenomena cyberbullying di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru bimbingan konseling, perwakilan orang tua, dan siswa, serta melalui observasi dan studi dokumentasi terkait program pencegahan perundungan di sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara orang tua dan sekolah yang terstruktur seperti penyelarasan aturan penggunaan gawai di rumah dan sekolah, edukasi literasi digital bersama, serta transparansi sistem pelaporan insiden terbukti efektif menekan angka kasus cyberbullying. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan utama, seperti kesibukan orang tua, kurangnya keterbukaan remaja, dan keterbatasan pemahaman orang tua mengenai platform digital yang digunakan anak. Kolaborasi aktif dan komunikasi dua arah yang konsisten antara orang tua dan sekolah merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem digital yang aman bagi remaja. Sinergi ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah responsif terhadap kasus yang terjadi, tetapi juga sebagai instrumen preventif yang krusial
References
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Arif Musthofa, M., & Ali, H. (2021). Factors Influencing Critical Thinking in Islamic Education in Indonesia: System, Tradition, Culture. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1–19.
Campbell, M. A. (2005). Cyber bullying: An old problem in a new guise? Journal of Psychologists and Counsellors in Schools, 15(1), 68–76.
Creswell, J. W. (2014). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Epstein, J. L. (2001). School, family, and community partnerships: Preparing educators and implying schools. Westview Press.
Englander, E., Donnerstein, E., Kowalski, R., Lin, C. A., & Parti, K. (2017). Defining cyberbullying. Pediatrics, 140(Supplement_2), S148–S151.
Kuswanto, K., Abidin, Z., Pestano, R. D., & Ikhlas, M. (2024). Critical Thinking, Literacy, and Numeracy as Factors in STEM: Madrasah Student Learning. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 19(1), 99–114.
Kuswanto, K., Fajanela, J. V., & Abidin, Z. (2024). Learning Technology Increases the Perception of Online Learning. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 88–98.
Musthofa, M. A. (2025). Madrasah Teacher Management in Enhancing Students’ Understanding of Religious Moderation. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 711–727.
Musthofa, M. A., & Ali, H. (2021). Faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam pendidikan Islam di Indonesia: Kesisteman, tradisi, budaya. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1–19.
Musthofa, M. A., Yamin, M., & Badarussyamsi, B. (2023). Implementation of the Kullīyat al-Mu ‘allimīn Al-Islāmīyah Curriculum in Improving the Quality of Graduates in Islamic Boarding School. Journal of Educational Research, 2(2), 365–376.
Pratama, B. (2024). Implementasi Undang-Undang ITE dalam menekan angka perundungan siber di kalangan remaja Indonesia. Jurnal Hukum dan Kontekstual, 11(2), 145–158.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326. https://doi.org/10.1089/1094931041291295
Syahputra, R., & Hartati, S. (2025). Digital gap dan tantangan pola asuh digital (digital parenting) pada masyarakat urban Kota Jambi. Jurnal Edukasi dan Sosiologi Jambi, 9(1), 34–47.
Wiguna, A., & Lestari, S. (2023). Peran guru bimbingan konseling dan komite sekolah dalam penanganan siber bullying di sekolah menengah. Jurnal Ilmiah Penjaminan Mutu Pendidikan, 6(3), 210–225.

.png)
.png)


