Critical Thinking dan Pendidikan Moderasi Beragama: Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah di Jambi

  • Asroni Ardiansyah Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Sarwono Sarwono Institut Islam Al-Mujaddid Sabak
  • Alisyah Pitri Institut Islam Al-Mujaddid Sabak
  • Kurniawan Kurniawan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak
  • Hengki Suadi Institut Islam Al-Mujaddid Sabak
  • Desi Rahma Nuri Institut Islam Al-Mujaddid Sabak
  • M. Thontawi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Berpikir Kritis, Pendidikan Moderasi Beragama, Peserta Didik Sekolah Menengah, Toleransi, Pendidikan Multikultural

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran berpikir kritis dalam memperkuat pendidikan moderasi beragama pada peserta didik sekolah menengah di Jambi. Pada era digital saat ini, peserta didik dihadapkan pada beragam informasi dan narasi keagamaan yang tersebar melalui media sosial dan platform digital. Kondisi tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik agar mampu mencegah munculnya sikap intoleransi, radikalisme, dan eksklusivisme beragama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi nilai berpikir kritis dalam pendidikan moderasi beragama serta kontribusinya dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan demokratis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, peserta didik, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berpikir kritis dalam pendidikan moderasi beragama mampu mendorong peserta didik menjadi lebih terbuka, analitis, dan menghargai perbedaan pandangan agama maupun budaya. Selain itu, strategi pembelajaran berbasis diskusi, pemecahan masalah, dan dialog reflektif memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman nilai moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berpikir kritis menjadi fondasi penting dalam penguatan pendidikan moderasi beragama di sekolah menengah guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dalam masyarakat multikultural.

References

Abidin, Z. (2022). Pendidikan moderasi beragama dalam membangun karakter toleransi peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 115–128.
Ahmad, F. (2023). Aktualisasi moderasi beragama di ranah pendidikan Indonesia. DIDAKTIKA: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 29(1), 1–15.
Arif Musthofa, M., & Ali, H. (2021). Factors Influencing Critical Thinking in Islamic Education in Indonesia: System, Tradition, Culture. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1–19.
Azka, S., & Abdurrahman. (2023). Analisis kebijakan moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam: Tinjauan mendalam terhadap implikasi dan tantangan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 144–159.
Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. New York: Routledge.
Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities. University of Illinois.
Facione, P. A. (2020). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. California Academic Press.
Hasanah, U. (2020). Implementasi pembelajaran partisipatif dalam penguatan toleransi peserta didik. Jurnal Pendidikan Multikultural, 5(1), 44–57.
Hidayat, A. (2022). Pendekatan etnopedagogi dalam penguatan pendidikan multikultural di sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(3), 201–214.
Lusiana. (2024). Pendidikan moderasi beragama berbasis Ahlussunnah Wal Jama’ah. An-Nashr: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, 2(1), 67–79.
Kuswanto, K., Abidin, Z., Pestano, R. D., & Ikhlas, M. (2024). Critical Thinking, Literacy, and Numeracy as Factors in STEM: Madrasah Student Learning. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 19(1), 99–114.
Kuswanto, K., Fajanela, J. V., & Abidin, Z. (2024). Learning Technology Increases the Perception of Online Learning. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 88–98.
Musthofa, M. A. (2025). Madrasah Teacher Management in Enhancing Students’ Understanding of Religious Moderation. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 711–727.
Musthofa, M. A., & Ali, H. (2021). Faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam pendidikan Islam di Indonesia: Kesisteman, tradisi, budaya. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1–19.
Musthofa, M. A., Yamin, M., & Badarussyamsi, B. (2023). Implementation of the Kullīyat al-Mu ‘allimīn Al-Islāmīyah Curriculum in Improving the Quality of Graduates in Islamic Boarding School. Journal of Educational Research, 2(2), 365–376.
Nisa, M. K., Yani, A., Andika, A., Yunus, E. M., & Rahman, Y. (2021). Moderasi beragama: Landasan moderasi dalam tradisi berbagai agama dan implementasi di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 1(3), 79–96.
Piaget, J. (1977). The Development of Thought: Equilibration of Cognitive Structures. New York: Viking Press.
Rahman, F. (2023). Strategi pembelajaran kontekstual dalam penguatan moderasi beragama di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sosial Keagamaan, 6(2), 98–112.
Subagja, R. W., Abdurrohim, & Khulasoh, S. (2025). Moderasi beragama sebagai pilar pendidikan Islam dalam masyarakat multikultural. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 221–235.
Sulaiman, M. (2020). Nilai budaya lokal dalam pendidikan karakter masyarakat multikultural. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 9(1), 87–101.
Sulton. (2023). Moderasi beragama: Konsep dan penerapannya di Indonesia. PERSPEKTIF, 12(3), 1054–1062.
Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348.
Tuti, H., Usman, S., & Ondeng, S. (2024). Analisis isu-isu kritis pendidikan Islam dalam konteks moderasi beragama di Indonesia. TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 1(2), 55–70.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wahyuni, D. (2021). Penguatan karakter toleransi melalui pembelajaran berbasis diskusi di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 133–145.
Published
2026-04-23