Rekonstruksi Pendidikan Di Tanjung Jabung Timur: Menjembatani Kurikulum Merdeka Dengan Kurikulum Berbasis Cinta
Abstract
Penelitian ini mengkaji sinergi antara otonomi siswa dalam Kurikulum Merdeka dengan fondasi afektif dari kurikulum berbasis cinta. Berlandaskan psikologi humanistik, penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif untuk menganalisis bagaimana pemenuhan kebutuhan rasa aman dan penghargaan menjadi prasyarat bagi kemerdekaan belajar yang otentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik relasional yang empatik secara signifikan mengurangi kecemasan akademik dan meningkatkan keberanian siswa untuk mengambil risiko intelektual. Ditemukan adanya sinergi resiprokal di lapangan: lingkungan afektif yang suportif terbukti mengoptimalkan otonomi siswa, sementara struktur kurikulum yang fleksibel memperkuat ikatan relasional antara guru dan siswa. Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kultur sekolah yang secara sadar dibangun di atas prinsip-prinsip afektif. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Kurikulum Berbasis Cinta; Otonomi Belajar; Psikologi Humanistik; Tanjung Jabung Timur.
References
Juwantara, R. A. (2019). Analisis Teori Perkembangan Kognitif Piaget pada Tahap Anak Usia Operasional Konkret 7-12 Tahun dalam Pembelajaran Matematika. Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. https://doi.org/10.18592/aladzkapgmi.v9i1.3011
Suryana. (2012). Metodologi Penelitian : Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Universitas Pendidikan Indonesia.
Sutikno. (2014). Landasan Teori Gaya Kepemimpinan. Landasan Teori Gaya Kepemimpinan.
Triyono. (2015). Menulis artikel untuk jurnal ilmiah. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah Guru.

.png)
.png)


