Studi Al-Qur’an Dan Hadits Ahkam: Analisis Historis, Ruang Lingkup, Dan Metodologi Aspek Hukum Dalam Islam
Abstract
Studi tentang Al-Qur’an dan hadits ahkam merupakan pilar epistemologis fundamental dalam mengonstruksi seluruh arsitektur hukum Islam (tasyri’). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif ruang lingkup konseptual, lintasan transformasi historis dari fase kenabian hingga fase sahabat, serta memetakan tipologi tekstual ayat-ayat hukum (ayat al-ahkam) dan klasifikasi formal hadits ahkam sebagai instrumen istinbath al-ahkam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis (historical approach) dan analisis isi (content analysis) terhadap literatur ushul fiqh serta yurisprudensi Islam yang otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang lingkup studi ini bersifat integratif, bergerak dinamis dari kritik teks hingga implementasi praktis di masyarakat. Secara historis, terjadi pergeseran metodologis dari fase kenabian yang berorientasi sentralistik-praktis menuju fase sahabat yang memelopori pelembagaan ijtihad, qiyas, dan musyawarah akibat tuntutan sosiologis ekspansi wilayah. Lebih lanjut, penelitian ini berhasil mengidentifikasi empat klaster utama ayat hukum dalam Al-Qur’an (ibadah, muamalah, jinayah, dan munakahat), serta tiga tipologi formal hadits ahkam berdasarkan pola penyampaian Rasulullah SAW (qauliyah, fi’liyah, dan taqririyah). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi integratif antara struktur tematik ayat hukum dan fleksibilitas tipologi hadits membentuk sebuah sistem yurisprudensi Islam yang kokoh, responsif terhadap dinamika zaman, dan senantiasa relevan bagi kemaslahatan umat lintas ruang dan waktu.
Downloads
References
Aini, N. (2023). Konsep Jinayah dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 10(2).
Fadli, M. (2024). Perbedaan Pendapat di Kalangan Sahabat dalam Hukum Islam. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 9(2).
Fauzi, A. (2021). Peran Nabi sebagai Penafsir Al-Qur’an dalam Pembentukan Hukum Islam. Jurnal Studi Al-Qur’an Indonesia, 12(1).
Hadi, M. N. (2023). Metode Pemahaman Sahabat terhadap Ayat Ahkam. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 9(1).
Hasan, N. (2022). Peran Sahabat dalam Pengembangan Hukum Islam. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 10(1).
Hidayat, R. (2020). Ijtihad pada Masa Nabi dan Relevansinya. Jurnal Ushul Fiqh Indonesia, 7(2).
Khadijah, S. (2023). Kontribusi Sahabat dalam Periwayatan Hadis Ahkam. Jurnal Ilmu Hadis Nusantara, 7(2).
Rahmah, S. (2024). Hukum Keluarga dalam Al-Qur’an. Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Indonesia, 8(1).
Ridwan, A. (2021). Ijtihad Sahabat dalam Menjawab Problematika Hukum. Jurnal Ushul Fiqh Indonesia, 8(1).
Syafi’i, A. (2022). Prinsip Muamalah dalam Al-Qur’an dan Relevansinya. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Indonesia, 9(1).
Copyright (c) 2026 Abel Tasman Septiendra, Maryani Maryani, Samin Batubara, Irwan Indra Saputra, Azyra Balqis, Asmarita Asmarita, Herlin Herlin, Marulitua Halomoan Siahaan, Edwin Jatmiko, Yudi Hariyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
The author who published his manuscript in the Al Mujaddid Humaniora Journal (JALHu) agrees to the following conditions:
The copyright in each article belongs to the author, and the author acknowledges that JALHu has the right as the party that publishes for the first time with a license: Creative Commons Attribution 4.0 International License. This license permits anyone to copy and redistribute this material in any form or format, modify, modify, and make derivative works of this material for any purpose, including commercial purposes, so long as they credit the author of the original work. Authors can also enter writing separately, arrange non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal into other versions (for example: sent to the author's institutional repository, publication in a book, etc.), by acknowledging that the manuscript has been published for the first time in the Journal of Al Mujaddid Humaniora (JALHu).


