Analisis Yuridis dan Teologis terhadap Praktik Zihar: Stud Komparatif Hukum Islam dan Pandangan Empat Mazhab

  • Abe Choiruz Zaman UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Maryani Maryani UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Samin Batubara UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Rendra Havis UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Ifyazul Hoizi Azwari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Rio Fernando Putra UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Depi Gusti UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Arif shafa maulana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Faradillah Faradillah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Septian Sapta UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Zihar, Pernikahan, Kaffarah, Komparasi Mazhab, Hukum Islam

Abstract

Zihar merupakan tradisi pra-Islam (Jahiliyah) yang memosisikan istri secara tidak adil dengan menyamakan anggotanya dengan mahram suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis esensi zihar, tipologi bentuknya, serta konsekuensi hukum yang ditimbulkannya berdasarkan perspektif Al-Qur'an, Hadis, dan komparasi pandangan empat mazhab. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengubah status zihar dari semula dianggap sebagai talak pada masa Jahiliyah menjadi perbuatan yang diharamkan (dosa besar) yang menuntut kaffarah berat (memerdekakan budak, puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin) sebelum hubungan suami-istri dapat dipulihkan. Terdapat perbedaan aksentuasi di antara empat mazhab mengenai batasan anggota tubuh dalam zihar kinayah serta keabsahan zihar mu'allaq dan mu'aqqat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum zihar merupakan mekanisme proteksi syariat terhadap martabat perempuan dan keadilan dalam institusi pernikahan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Khasyt, M. U. (2017). Fikih Wanita: Empat Mazhab. Ahsan Publishing.
Al-Khin, M., al-Bugha, M., & asy-Syarbaji, A. (2000). Al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhab al-Imam asy-Syafi'i. Jilid IV. Damaskus: Darul Qalam.
Fitriani, N. (2023). Isu Gender Terkait Peran Perempuan dalam Ruang Publik (Telaah Pemikiran Fiqh Perbandingan Prof. Dr. H. Huzaemah Tahido Yanggo, M.A). Skripsi.
Ghazaly, A. R. (2019). Fiqh Munakahat. Jakarta: Prenada Media.
Munandar, A., & Djuned, M. (2018). Zihar dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah. TAFSE: Journal of Qur’an Studies, 2(1), 17.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Volume VI. Jakarta: Lentera Hati.
Published
2026-06-10
How to Cite
Zaman, A. C., Maryani, M., Batubara, S., Havis, R., Azwari, I. H., Putra, R. F., Gusti, D., maulana, A. shafa, Faradillah, F., & Sapta, S. (2026). Analisis Yuridis dan Teologis terhadap Praktik Zihar: Stud Komparatif Hukum Islam dan Pandangan Empat Mazhab. Jurnal Al Mujaddid Humaniora, 12(1), 27-33. Retrieved from https://e-jurnal.iims.ac.id/index.php/JALHu/article/view/303

Most read articles by the same author(s)